Alumni PPI Tarogong

Bismillahirrahmaanirrahim
UNTUK APA BLOG SEDERHANA INI DIBUAT?

1.
Agar menjadi sarana silaturahmi keluarga PPI Tarogong secara umum dan para Alumni Pesantren Persis Tarogong Garut secara khusus, dari berbagai angkatan dan generasi, dimanapun mereka berada.

2. Agar menjadi sarana komunikasi yang mengakomodir pandangan, gagasan dan aspirasi Alumni PPI Tarogong dalam memajukan pendidikan di PPI Tarogong dan para alumninya.

3. Agar menginspirasi terwujudnya Ikatan Alumni PPI Tarogong yang berperan aktif dalam pemberdayaan potensi-potensi alumni PPI Tarogong untuk kemajuan bersama. Semoga!
============================================

Rabu, 24 Juni 2009

Kunjungan HI Juni 2009 (Curhat Kang Zamzam)

Kemarin lusa saya dan Heri Efendi (kami angkatan 2000) bertandang ke Pesantren. jam delapan malam kami menembus ke dalam asrama sampai ke dalam kamar tanpa melewati satu pun "checkpoint" padahal tak ada satupun santri yang kenal pada kami... kami membayangkan jika kami adalah orang yang bermaksud jahat, mungkin pesantren sudah kebobolan...

kemudian kami ketemu Ust. Jaja pimpinan pondok putra yang "single fighter" menjaga (bukan mengelola) pesantren beliau mendefiniskan dirinya hanya sebagai satpam yang ketika di tanya apa visi, misi, tujuan, dan target asrama menjawab tidak mengerti.. kemudian kami melihat-lihat suasana kamar yang "amat sangat" tidak mencerminakan sebuah pondok pesantren tidak ada keindahan, tidak ada kerapihan, keteraturan, bahkan coretan-coretan grafiti menghiasi semua pintu, dinding, ranjang, lemari bahkan diantara tulisan grafiti itu ada simbol-simbol salib dan simbol satanic...

Keesokan malamnya kami kembali mengunjungi Ust. Jaja di "rumah dinas"nya... kami kemudian mengobrol kembali panjang lebar, ngalor ngidul... dari obrolan itu keluar banyak informasi yang menggambarkan krisis yang sangat akut yang saya yakin kalau tidak ada upaya tawasaw bilhaq dan tawassaw bishshobr serta tawassauw bilmarhamah terhadap pesantren khususnya jajaran pimpinan maka kehancuran tinggal menunggu waktunya...

Diantara krisis itu adalah krisis orientasi... sekaliber pimpinan pondok saja masih bingung dengan arah pendidikan di asrama; krisis keteladanan... setelah pesantren memfasilitasi asatidz untuk memiliki rumah pribadi di sekitar komplek asrama sejak saat itu kepedulian asatidz terhadap kondisi asrama semakin menipis; krisis kepemimpinan... adalah muara dari semua krisis yg ada diantaranya pimpinan yang dipandang kurang memiliki sense of crisis... pimpinan kurang mampu menempatkan "right man on right job/place"... pimpinan kurang mampu mentransformasikan visi dan misi pesantren....

0 komentar:

Poskan Komentar

Formulir Data Alumni

Formulir Data Alumni